Pendahuluan

Masalah klasik yang sering dihadapi Network Administrator adalah monopoli bandwidth oleh satu user — misalnya download file besar via IDM atau torrent — yang mengakibatkan user lain mengalami lag dan packet loss.

MikroTik menyediakan solusi efisien bernama PCQ (Per Connection Queue), sebuah sub-algoritma dari Queue Tree/Simple Queue yang mampu membagi bandwidth secara otomatis dan dinamis kepada semua user aktif, tanpa perlu membuat rule terpisah untuk setiap alamat IP.


Cara Kerja PCQ

PCQ bekerja dengan membuat sub-queue dinamis berdasarkan Classifier. Ada dua classifier utama:

  • dst-address (untuk Download): Membuat antrean tersendiri untuk setiap IP tujuan paket (klien yang menerima data).
  • src-address (untuk Upload): Membuat antrean tersendiri untuk setiap IP asal paket (klien yang mengirim data).

Langkah 1: Menandai Trafik (Mangle Rules)

Implementasi PCQ terbaik menggunakan Queue Tree. Untuk itu, kita perlu memisahkan paket download dan upload terlebih dahulu menggunakan Mangle Rules.

Iklan
/ip firewall mangle

# Tandai semua koneksi masuk dari interface internet (Download)
add chain=forward in-interface=ether1 action=mark-connection \
    new-connection-mark=client_conn passthrough=yes

# Tandai paket Download berdasarkan penanda koneksi
add chain=forward connection-mark=client_conn action=mark-packet \
    new-packet-mark=client_download passthrough=no

# Tandai paket Upload (keluar melalui ether1)
add chain=forward out-interface=ether1 action=mark-connection \
    new-connection-mark=client_conn passthrough=yes

add chain=forward connection-mark=client_conn action=mark-packet \
    new-packet-mark=client_upload passthrough=no

Langkah 2: Membuat Queue Types PCQ

Definisikan aturan pembagian bandwidth. Pada contoh ini, alokasi maksimal 5 Mbps untuk download dan 2 Mbps untuk upload per user.

/queue type

# PCQ Download — classifier: dst-address
add name=PCQ_Download kind=pcq pcq-rate=5M pcq-classifier=dst-address

# PCQ Upload — classifier: src-address
add name=PCQ_Upload kind=pcq pcq-rate=2M pcq-classifier=src-address

Catatan pcq-rate: Nilai ini adalah bandwidth maksimal yang bisa didapat satu perangkat jika kapasitas global mencukupi. Jika diisi 0, bandwidth akan dibagi rata secara otomatis dari total yang tersedia.


Langkah 3: Mengaktifkan PCQ pada Queue Tree

Buat batasan total bandwidth menggunakan Queue Tree. Contoh: total bandwidth dari ISP adalah 50 Mbps download dan 20 Mbps upload.

/queue tree

# Parent — batas total Download
add name=Total_Download parent=global max-limit=50M

# Child — terapkan PCQ Download pada trafik bertanda
add name=Client_Download_PCQ parent=Total_Download \
    packet-mark=client_download queue=PCQ_Download

# Parent — batas total Upload
add name=Total_Upload parent=global max-limit=20M

# Child — terapkan PCQ Upload pada trafik bertanda
add name=Client_Upload_PCQ parent=Total_Upload \
    packet-mark=client_upload queue=PCQ_Upload

Keunggulan Metode PCQ

  1. CPU Usage Rendah — Berbeda dengan ribuan Simple Queue statis, PCQ hanya memerlukan satu rule antrean untuk mengelola ratusan perangkat sekaligus.
  2. Adil dan Dinamis — Jika hanya ada 1 user aktif, ia mendapat 5 Mbps penuh. Jika ada 20 user aktif bersamaan, bandwidth dibagi adil secara otomatis sesuai kapasitas alokasi.
  3. Bebas Pemeliharaan — Tidak perlu menambah atau menghapus IP antrean secara manual saat ada klien baru bergabung di jaringan LAN/Wi-Fi.

Generate Konfigurasi Otomatis

Tidak mau repot konfigurasi manual? Gunakan tools generator PCQ di bawah ini — cukup isi parameter jaringanmu, dan konfigurasi RouterOS langsung ter-generate otomatis.

🔧 PCQ Config Generator — Diary anamBadrus